Harith, orang Badui, dan istrinya Nafisa, berpindah-pindah tempat membawa tendanya yang butut. Di mana pun ditemukannya tempat yang ditumbuhi beberapa kurma atau rumput belukar untuk untanya dan terdapat kolam air sekotor apa pun, pasti ia singgahi. Kehidupan semacam itu telah mereka jalani bertahun-tahun lamanya, dan Harith jarang sekali melakukan sesuatu di luar kebiasaannya sehari-hari: menjerat tikus gurun untuk diambil kulitnya, memintal tali dari serat kurma untuk dijual kepada kafilah yang lewat.
Namun, pada suatu hari, sebuah mata air muncul di padang pasir, dan Harith pun mencucukkan sedikit air ke mulutnya. Baginya, air itu terasa bagaikan air sorga, sebab jauh lebih jernih dibandingkan air yang biasa diminumnya. Bagi kita, air itu akan terasa memualkan sebab sangat asin. “Air ini,” katanya, “harus kubawa kepada seseorang yang bisa menghargainya.” Selanjutnya *
Menebar Kebaikan dan Kesejahteraan (Salam)
Tampilkan postingan dengan label Posting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posting. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Juli 2013
Mengambil Berkah Dari Rambut Nabi (Cuplikan Posting SufiMuda)
Di kalangan umat Islam menjadi hal yang biasa mengambil berkah dari sesuatu tempat atau suatu benda yang ada hubungannya dengan orang yang dekat dengan Allah atau Wali Allah. Tradisi ziarah ke makam wali sudah berlangsung sejak lama dan bertabaruk atau mengambil berkah dari benda-benda yang berhubungan dengan Wali Allah juga sudah dilakukan oleh umat Islam sejak lama. Tradisi ini bukanlah suatu hal yang di ada-adakan (bid’ah), tapi sudah ada sejak zaman Nabi. Umat di zaman Nabi sudah terbiasa mengambil berkah dari apa-apa yang berhubungan dengan Nabi, baik benda maupun bagian dari tubuh Nabi, salah satunya rambut.
Berkata Imam Muslim; Menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, menceritakan kepada kami Sofyan, Aku mendengar dari Hisyam bin Hassaan, di ceritakan dari Ibnu Sirin, dari Anas bin Malik, beliau berkata: “Manakala Rasulullah telah melaksankan lemparan jumrah, dan menyembeleh korbannya, dan mencukur rambutnya, Si pencukur memulai dengan mencukur bagian rambut Rasul yang sebelah kanan, kemudian Rasul memanggil Abu Tholhah al-Ansori, dan Rasul beri rambut itu kepadanya, kemudian si pencukur memegang bagian yang kiri, Rasul berkata: “Cukurlah “maka si pencukur pun mencukur (Rambutnya Rasul yang bagian kiri), Rasulullah memberikan rambut itu kepada Tolhah, kemudian beliau berkata: “Bagi-bagikanlah kepada orang-orang). Selanjutnya *
Berkata Imam Muslim; Menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, menceritakan kepada kami Sofyan, Aku mendengar dari Hisyam bin Hassaan, di ceritakan dari Ibnu Sirin, dari Anas bin Malik, beliau berkata: “Manakala Rasulullah telah melaksankan lemparan jumrah, dan menyembeleh korbannya, dan mencukur rambutnya, Si pencukur memulai dengan mencukur bagian rambut Rasul yang sebelah kanan, kemudian Rasul memanggil Abu Tholhah al-Ansori, dan Rasul beri rambut itu kepadanya, kemudian si pencukur memegang bagian yang kiri, Rasul berkata: “Cukurlah “maka si pencukur pun mencukur (Rambutnya Rasul yang bagian kiri), Rasulullah memberikan rambut itu kepada Tolhah, kemudian beliau berkata: “Bagi-bagikanlah kepada orang-orang). Selanjutnya *
Langganan:
Postingan (Atom)