Menebar Kebaikan dan Kesejahteraan (Salam)
Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Juli 2013
Tidak Semua Pertanyaanmu Harus Kujawab (2)
Lama saya merenung dan meresapi ucapan Guru saya, kenapa tidak harus dijawab? Kenapa seorang guru membiarkan muridnya tidak menemukan jawaban?. Kemudian baru saya paham, bahwa cara bertanya kepada Guru Mursyid itu berbeda dengan bertanya kepada Guru Syariat. Guru syariat menjawab pertanyaan yang dia tahu sedangkan Guru Mursyid hanya menjawab pertanyaan ketika ada izin dari Allah, ada “tanda-tanda” yang mengizinkan Beliau untuk menjawabnya. Ketika “tanda-tanda” itu tidak ada maka Beliau tidak menjawabnya walaupun Beliau mengetahui jawabanya. Setelah sekian lama berguru akhirnya saya sendiri paham akan “tanda-tanda” tersebut yang merupakan ilmu khusus di dalam tarekat yang tidak semua orang mendapatkannya. Selanjutnya *
Tidak Semua Pertanyaanmu Harus Kujawab
Tulisan ini saya buat untuk menjelaskan status di Facebookyang saya update tadi pagi. Statusnya seperti ini :
Imam syafii berkata, “Kalau engkau menjumpai ada orang yg menjawab semua pertanyaan yg diajukan maka yakinlah itu adalah orang bodoh“. Imam Syafi’I juga menceritakan bahwa Imam malik ketika diajukan 50 pertanyaan tentang agama, beliau hanya menjawab 10 pertanyaan selebihnya Beliau menjawab dengan “Saya tidak tahu”.
Menarik untuk ditelaah, ulama sekelas Imam Syafi’I yang luas pengetahuan agamanya dan pendiri sebuah mazhab yang besar pengikutnya mengatakan seperti itu. Saya mencoba menafsirkan apa yang beliau sampaikan, tentu saja ini bukan tafsiran yang paling benar. “Kalau engkau menjumpai ada orang yg menjawab semua pertanyaan yg diajukan maka yakinlah itu adalah orang bodoh” bukan berarti Imam Syafi’I melarang seseorang menjawab pertanyaan orang lain. Beliau menyampaikan nasehat agar kita berhati-hati dalam menyampaikan jawaban terutama persoalan agama. Selanjutnya *
Imam syafii berkata, “Kalau engkau menjumpai ada orang yg menjawab semua pertanyaan yg diajukan maka yakinlah itu adalah orang bodoh“. Imam Syafi’I juga menceritakan bahwa Imam malik ketika diajukan 50 pertanyaan tentang agama, beliau hanya menjawab 10 pertanyaan selebihnya Beliau menjawab dengan “Saya tidak tahu”.
Menarik untuk ditelaah, ulama sekelas Imam Syafi’I yang luas pengetahuan agamanya dan pendiri sebuah mazhab yang besar pengikutnya mengatakan seperti itu. Saya mencoba menafsirkan apa yang beliau sampaikan, tentu saja ini bukan tafsiran yang paling benar. “Kalau engkau menjumpai ada orang yg menjawab semua pertanyaan yg diajukan maka yakinlah itu adalah orang bodoh” bukan berarti Imam Syafi’I melarang seseorang menjawab pertanyaan orang lain. Beliau menyampaikan nasehat agar kita berhati-hati dalam menyampaikan jawaban terutama persoalan agama. Selanjutnya *
Langganan:
Postingan (Atom)