"Semakin saya baca, semakin banyak saya setuju dengan Alquran dan saya bisa melihat mengapa Islam sungguh berpengaruh pada kehidupan teman-teman muslim saya"
Anda hijaber sejati? Tentu sudah familiar dengan Hana Tajima. Desainer busana muslimah yang tengah naik daun. Namanya sedang hits, terutama di dunia maya. Ditulis oleh para blogger muslimah di berbagai penjuru dunia.
Desainer muslimah yang kini berusia 26 tahun itu memang sudah kondang di mana-mana. Modelnya banyak digandrungi, terutama oleh kalangan muslimah muda. Dia tengah jadi trendsetter busana muslimah masa kini.
Hana Tajima adalah seorang mualaf. Sebelum sukses sebagai perancang mode, dia mengaku tak pernah bermimpi memeluk Islam. “Itu benar bahwa saya tidak pernah memutuskan masuk Islam atau ingin menjadi seorang muslim,” kata Tajima, dikutip Dream dariindependent.co.uk, Sabtu 17 Mei 2014.
Dia tumbuh di Davon, kota kecil di tenggara Inggris. Keluarganya tak begitu religius. “Saya tumbuh di pinggiran Davon, di mana ayah saya orang Jepang, etnik yang berbeda sama sekali dengan kondisi di desa,” tutur dia.
Masuk sekolah tingkat atas, Hana Tajima berkawan dengan orang dari berbagai latar belakang. Dia sempat terjerembab ke dalam pergaulan bebas. Teman-temannya penyuka hip-hop underground, menenggak minuman keras, dan kehidupan foya-foya lainnya.
Menginjak kuliah, dia berkawan dengan sejumlah muslim. Di sinilah dia merasa aneh. Mengapa teman-teman muslimnya itu tidak mau diajak ke klub. “Saya pikir ini mengejutkan, bagaimana bisa Anda tidak ingin keluar pada masa seperti ini,” ujar Hana Tajima.
Sejak itulah dia mulai belajar filosofi. Dia mulai bingung dengan kehidupannya saat itu. Kala itu, Hana Tajima yang ayu memang menjadi remaja populer. Punya pacar, banyak teman, dan semua yang menyenangkan. “Tapi saya masih merasa apakah harus seperti itu?”
Perasaan aneh itu terus menerus datang. Siang dan malam. Sehingga dia mencoba banyak membaca buku-buku soal agama. Banyak mempelajari teman-teman dan latar belakangnya. “Ada sesuatu yang menarik saya masuk Islam,” kata dia.
Dia mulai terkesan dengan Alquran. Hana Tajima menemukan banyak isu, mulai hak perempuan dan kehidupan kontemporer diatur dalam kitab orang muslim itu. “Semakin saya baca, semakin banyak saya setuju dengan Alquran dan saya bisa melihat mengapa Islam sungguh berpengaruh pada kehidupan teman-teman muslim saya.”
Meski demikian, Hana Tajima tetap belum masuk Islam. “Tapi ada suatu titik di mana saya tidak bisa mengatakan bahwa diri saya bukanlah muslim,” katanya. Sejak itulah Hana Tajima masuk Islam. Saat peristiwa sembilan tahun silam itu, usianya baru tujuh belas.
Sejak itu, dia bersyahadat. Mendeklarasikan diri sebagai muslim. Soal keluarga, blasteran Jepang-Inggris ini tidak ambil pusing. Sebab, dia berpikir, keluarganya akan senang jika dia senang.
“Dan mereka bisa melihat bahwa ini merupakan sesuatu yang sungguh positif,” katanya. Namun, tanggapan beragam datang dari teman-temannya. Ada yang menyayangkan banyak pula yang memberi dukungan.
Masuk Islam, ada hal baru yang membuatnya bingung. Soal busana. Dia sempat frustasi bagaimana harus berpakaian sebagai seorang muslimah. Sementara sebelum memeluk Islam, dia sudah terbiasa berbusana ala Barat.
Di tengah rasa frustasi itulah otaknya berputar. Jiwa kreatifnya muncul. Dia jadikan mode Barat itu sebagai inspirasi menciptakan busana hijab muslimah. Sejak itulah dia mendirikan rumah modenya sendiri: Maysaa. Sumber *
Menebar Kebaikan dan Kesejahteraan (Salam)
Tampilkan postingan dengan label MUALAF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUALAF. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Mei 2014
Perjalanan Religi Hana Tajima, Trendsetter Hijab Dunia
Label:
Al Qur'an,
busana,
Davon,
Dunia,
dunia maya,
filosofi,
Hana Tajima,
hijab,
Islam,
Jepang,
Maysaa,
model,
MUALAF,
Muslimah,
pergaulan bebas,
Perjalanan,
Religi,
Syahadat,
Trendsetter
Selasa, 22 Oktober 2013
Kisah pembuat film anti-Islam yang jadi mualaf
Produser Film Fitna, sebuah film yang menghina Nabi Muhammad, dan pegiat anti-Islam asal Belanda, Arnoud Van Doorn, menjadi mualaf awal tahun ini. Dia bahkan melakukan ibadah haji untuk pertama kalinya kemarin. Dia mengatakan mendapat ketenangan setelah menjadi seorang muslim.
Berita terkait dia menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media kala itu. Padahal dia seorang mantan wakil ketua Partai Bagi Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam, seperti dilansir situs yjc.ir, Maret lalu.
Namun, setelah mempelajari Islam, Doorn akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Dia bersyahadat di akun Twitter miliknya dengan menggunakan bahasa Arab dan mengejutkan semua orang.
Doorn, 46 tahun, merupakan sosok yang sopan dan lembut. Dia percaya bahwa Islamofobia atau diskriminasi terhadap Islam dan kaum muslim di Eropa berasal dari media-media Barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap.
Dia bahkan mengatakan jika orang-orang di Eropa tahu betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf.
Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Ma'an (MNA), Doorn menyatakan minatnya untuk melakukan perjalanan ke Iran dan negara-negara Islam lainnya. Dia menjelaskan bahwa dirinya berharap dapat melihat beberapa kota di Negeri Mullah itu, seperti Isfahan, Shiraz, dan Qum.
"Saya telah mempelajari Alquran berdasarkan keingintahuan, yang saya mulai sekitar setahun lalu setelah saya meninggalkan PVV. Sebelum itu saya hanya mendengar cerita negatif tentang Islam. Semakin saya membaca juga Alquran, semakin saya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana," kata Doorn.
"Saya telah memiliki pendidikan agama sebagai seorang Kristen, jadi saya sudah memahami banyak nilai-nilai. Lebih mudah untuk dari seorang Kristen menjadi seorang muslim daripada dari seorang yang tidak memiliki kepercayaan, karena saya sudah mengenal hal-hal tentang para nabi, malaikat, dan ajaran yang diperlukan dalam agama apapun," lanjut dia.
Doorn mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam. "Semoga penyesalan, pertobatan, dan air mata saya dapat mencuci seluruh dosa saya," ujarnya usai melaksanakan ibadah haji, seperti dikutip situs Irib.
Dia juga menyatakan sejak dirinya naik haji dan datang ke tanah suci telah menjadi hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Nabi Muhammad. "Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Nabi Muhammad," ucap dia.
Doorn menjadi salah satu dari 15 ribu mualaf Belanda tahun ini. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu hanya Jumlah mualaf Belanda telah meningkat dari 12 ribu orang. Sumber *
Berita terkait dia menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media kala itu. Padahal dia seorang mantan wakil ketua Partai Bagi Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam, seperti dilansir situs yjc.ir, Maret lalu.
Namun, setelah mempelajari Islam, Doorn akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Dia bersyahadat di akun Twitter miliknya dengan menggunakan bahasa Arab dan mengejutkan semua orang.
Doorn, 46 tahun, merupakan sosok yang sopan dan lembut. Dia percaya bahwa Islamofobia atau diskriminasi terhadap Islam dan kaum muslim di Eropa berasal dari media-media Barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap.
Dia bahkan mengatakan jika orang-orang di Eropa tahu betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf.
Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Ma'an (MNA), Doorn menyatakan minatnya untuk melakukan perjalanan ke Iran dan negara-negara Islam lainnya. Dia menjelaskan bahwa dirinya berharap dapat melihat beberapa kota di Negeri Mullah itu, seperti Isfahan, Shiraz, dan Qum.
"Saya telah mempelajari Alquran berdasarkan keingintahuan, yang saya mulai sekitar setahun lalu setelah saya meninggalkan PVV. Sebelum itu saya hanya mendengar cerita negatif tentang Islam. Semakin saya membaca juga Alquran, semakin saya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana," kata Doorn.
"Saya telah memiliki pendidikan agama sebagai seorang Kristen, jadi saya sudah memahami banyak nilai-nilai. Lebih mudah untuk dari seorang Kristen menjadi seorang muslim daripada dari seorang yang tidak memiliki kepercayaan, karena saya sudah mengenal hal-hal tentang para nabi, malaikat, dan ajaran yang diperlukan dalam agama apapun," lanjut dia.
Doorn mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam. "Semoga penyesalan, pertobatan, dan air mata saya dapat mencuci seluruh dosa saya," ujarnya usai melaksanakan ibadah haji, seperti dikutip situs Irib.
Dia juga menyatakan sejak dirinya naik haji dan datang ke tanah suci telah menjadi hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Nabi Muhammad. "Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Nabi Muhammad," ucap dia.
Doorn menjadi salah satu dari 15 ribu mualaf Belanda tahun ini. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu hanya Jumlah mualaf Belanda telah meningkat dari 12 ribu orang. Sumber *
Label:
anti-Islam,
Arnoud Van Doorn,
Belanda,
bersyahadat,
bijaksana,
film,
Geert Wilders,
haji,
indah,
Islam,
Islamofobia,
ketenangan,
Kristen,
lembut,
MNA,
MUALAF,
Nabi Muhammad SAW,
pembuat,
PVV,
sopan
Sabtu, 31 Agustus 2013
ROBBY SUMAMPOW MUALAF “Beliau Dapat Hidayah…”
SOLO – Pengusaha nasional terkemuka asal Solo Robby Sumampow kini menjadi mualaf, orang yang baru masuk Islam. Pengusahan keturunan Tionghoa ini melafalkan dua kalimat syahadat di hadapan dan atas bimbingan Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf pada 27 Ramadan lalu di kediaman Habib Syech.
“Kalau tidak salah, bersamaan tanggal 5 Agustus lalu beliau menyatakan diri masuk Islam di hadapan Habib Syech. Saya ikut mengantarkan beliau ke sana,” papar Heru S. Notonegoro kolega sekaligus kawan dekat Robby Sumampow kepada Solopos.com, Rabu (28/8/2013). Selanjutnya *
“Kalau tidak salah, bersamaan tanggal 5 Agustus lalu beliau menyatakan diri masuk Islam di hadapan Habib Syech. Saya ikut mengantarkan beliau ke sana,” papar Heru S. Notonegoro kolega sekaligus kawan dekat Robby Sumampow kepada Solopos.com, Rabu (28/8/2013). Selanjutnya *
Langganan:
Postingan (Atom)