Menebar Kebaikan dan Kesejahteraan (Salam)
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 31 Maret 2015
Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?
Tokoh agama Islam, Kristen, dan Budha sedang berdebat. Gus Dur tentu sebagai wakil dari agama Islam. Kala itu diperdebatkan mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan ?
Seorang biksu Budha menjawab duluan. “Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan, karena setiap kita beribadah ketika memanggil Tuhan kita mengucapkan ‘Om’. Nah kalian tahu sendiri kan seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?”
Seorang pendeta dari agama Kristen menyangkal.“Ya tidak bisa, pasti agama saya yang lebih dekat dengan Tuhan.” ujar pendeta
“Lah kok bisa ?” sahut biksu penasaran.
“Kenapa tidak,agama anda kalau memanggil Tuhan hanya om, kalau di agama saya memanggil tuhan itu ‘Bapa’ Nah kalian tahu sendiri kan lebih dekat mana anak sama bapaknya daripada keponakan dengan pamannya,” jawab pendeta.
Gus Dur yang belum mengeluarkan argumen masih tetap tertawa malah terbahak-bahak setelah mendengar argumen dari pendeta.
“Loh kenapa anda kok tertawa terus?” tanya pendeta penasaran.
“Apa anda merasa bahwa agama anda lebih dekat dengan tuhan?” sahut biksu bertanya pada Gus Dur.
Gus Dur masih saja tertawa sambil mengatakan “Ndak kok, saya ndak bilang gitu, boro-boro dekat justru agama saya malah paling jauh sendiri dengan Tuhan.” jawab Gus Dur dengan masih tertawa.
“Lah kok bisa ?” tanya pendeta dan biksu makin penasaran.
“ Lah gimana tidak, lah wong kalau di agama saya itu kalau memanggil Tuhan saja harus memakai Toa (pengeras suara),” jawab Gus Dur.
Sumber *
Senin, 06 Oktober 2014
Cahaya Intelektual dan Spiritual dari Quraish Shihab
Nostalgia lama yang hadir nyata! Qurais Shihab seolah hadir guna meyakinkan ummat, bahwa kehebatan kaum Ulama Islam tak tanggung-tanggung.
Ulama pembela Islam, selalu berarti orang yang menguasai segala cabang ilmu. Mereka adalah para intelektual ensiklopedik (tahu segala macam bidang). Bahwa kebesaran nama-nama intelektual Islam klasik, dari Ibnu Khaldun, Al Farazi, Ibnu Sina, hingga Ibnu Rusyd, yang fasih dalam multi disiplin ilmu (dari Filsafat, seni, matematika, biologi, sampai astronomi) bukanlah sejarah palsu.
Dalam buku ini, berjudul Dia Ada di Mana-Mana, sosok Quraish Shihab kembali menerangi kita dengan cahaya segala cahaya.
Pembaca diajak berselancar ke segala detil-detil bidang kehidupan. Sungguh memuaskan otak. Ahli Tafsir Al Quran dari Indonesia ini tak hanya mampu menjelaskan makna ayat Al Quran atau rahasia sebauah hadis. Tapi juga lancar bercerita laksana fisikawan, tatkala membongkar tanda-tanda (ayat) alam semesta.
Maka, yang dimaksud Dia Ada di Mana-Mana dalam buku ini, tak lain adalah seluruh unsur, elemen, universum (alam semesta). Penulis buku mengulas apa itu angin, udara, air, api, dalam kaidah sains moderen. Lalu diberi informasi yang sepadan dengan keteranga-keterangan dari Al Quran.
Selanjutnya *
Ulama pembela Islam, selalu berarti orang yang menguasai segala cabang ilmu. Mereka adalah para intelektual ensiklopedik (tahu segala macam bidang). Bahwa kebesaran nama-nama intelektual Islam klasik, dari Ibnu Khaldun, Al Farazi, Ibnu Sina, hingga Ibnu Rusyd, yang fasih dalam multi disiplin ilmu (dari Filsafat, seni, matematika, biologi, sampai astronomi) bukanlah sejarah palsu.
Dalam buku ini, berjudul Dia Ada di Mana-Mana, sosok Quraish Shihab kembali menerangi kita dengan cahaya segala cahaya.
Pembaca diajak berselancar ke segala detil-detil bidang kehidupan. Sungguh memuaskan otak. Ahli Tafsir Al Quran dari Indonesia ini tak hanya mampu menjelaskan makna ayat Al Quran atau rahasia sebauah hadis. Tapi juga lancar bercerita laksana fisikawan, tatkala membongkar tanda-tanda (ayat) alam semesta.
Maka, yang dimaksud Dia Ada di Mana-Mana dalam buku ini, tak lain adalah seluruh unsur, elemen, universum (alam semesta). Penulis buku mengulas apa itu angin, udara, air, api, dalam kaidah sains moderen. Lalu diberi informasi yang sepadan dengan keteranga-keterangan dari Al Quran.
Selanjutnya *
Label:
Al Farazi,
Al Qur'an,
cahaya,
Dia Ada di Mana-Mana,
Ibnu Khaldun,
Ibnu Rasyd,
Ibnu Sina,
ilmu,
Intelektual,
Islam,
Quraish Shihab,
Spiritual,
Tafsir,
Ulama
Sabtu, 17 Mei 2014
Perjalanan Religi Hana Tajima, Trendsetter Hijab Dunia
"Semakin saya baca, semakin banyak saya setuju dengan Alquran dan saya bisa melihat mengapa Islam sungguh berpengaruh pada kehidupan teman-teman muslim saya"
Anda hijaber sejati? Tentu sudah familiar dengan Hana Tajima. Desainer busana muslimah yang tengah naik daun. Namanya sedang hits, terutama di dunia maya. Ditulis oleh para blogger muslimah di berbagai penjuru dunia.
Desainer muslimah yang kini berusia 26 tahun itu memang sudah kondang di mana-mana. Modelnya banyak digandrungi, terutama oleh kalangan muslimah muda. Dia tengah jadi trendsetter busana muslimah masa kini.
Hana Tajima adalah seorang mualaf. Sebelum sukses sebagai perancang mode, dia mengaku tak pernah bermimpi memeluk Islam. “Itu benar bahwa saya tidak pernah memutuskan masuk Islam atau ingin menjadi seorang muslim,” kata Tajima, dikutip Dream dariindependent.co.uk, Sabtu 17 Mei 2014.
Dia tumbuh di Davon, kota kecil di tenggara Inggris. Keluarganya tak begitu religius. “Saya tumbuh di pinggiran Davon, di mana ayah saya orang Jepang, etnik yang berbeda sama sekali dengan kondisi di desa,” tutur dia.
Masuk sekolah tingkat atas, Hana Tajima berkawan dengan orang dari berbagai latar belakang. Dia sempat terjerembab ke dalam pergaulan bebas. Teman-temannya penyuka hip-hop underground, menenggak minuman keras, dan kehidupan foya-foya lainnya.
Menginjak kuliah, dia berkawan dengan sejumlah muslim. Di sinilah dia merasa aneh. Mengapa teman-teman muslimnya itu tidak mau diajak ke klub. “Saya pikir ini mengejutkan, bagaimana bisa Anda tidak ingin keluar pada masa seperti ini,” ujar Hana Tajima.
Sejak itulah dia mulai belajar filosofi. Dia mulai bingung dengan kehidupannya saat itu. Kala itu, Hana Tajima yang ayu memang menjadi remaja populer. Punya pacar, banyak teman, dan semua yang menyenangkan. “Tapi saya masih merasa apakah harus seperti itu?”
Perasaan aneh itu terus menerus datang. Siang dan malam. Sehingga dia mencoba banyak membaca buku-buku soal agama. Banyak mempelajari teman-teman dan latar belakangnya. “Ada sesuatu yang menarik saya masuk Islam,” kata dia.
Dia mulai terkesan dengan Alquran. Hana Tajima menemukan banyak isu, mulai hak perempuan dan kehidupan kontemporer diatur dalam kitab orang muslim itu. “Semakin saya baca, semakin banyak saya setuju dengan Alquran dan saya bisa melihat mengapa Islam sungguh berpengaruh pada kehidupan teman-teman muslim saya.”
Meski demikian, Hana Tajima tetap belum masuk Islam. “Tapi ada suatu titik di mana saya tidak bisa mengatakan bahwa diri saya bukanlah muslim,” katanya. Sejak itulah Hana Tajima masuk Islam. Saat peristiwa sembilan tahun silam itu, usianya baru tujuh belas.
Sejak itu, dia bersyahadat. Mendeklarasikan diri sebagai muslim. Soal keluarga, blasteran Jepang-Inggris ini tidak ambil pusing. Sebab, dia berpikir, keluarganya akan senang jika dia senang.
“Dan mereka bisa melihat bahwa ini merupakan sesuatu yang sungguh positif,” katanya. Namun, tanggapan beragam datang dari teman-temannya. Ada yang menyayangkan banyak pula yang memberi dukungan.
Masuk Islam, ada hal baru yang membuatnya bingung. Soal busana. Dia sempat frustasi bagaimana harus berpakaian sebagai seorang muslimah. Sementara sebelum memeluk Islam, dia sudah terbiasa berbusana ala Barat.
Di tengah rasa frustasi itulah otaknya berputar. Jiwa kreatifnya muncul. Dia jadikan mode Barat itu sebagai inspirasi menciptakan busana hijab muslimah. Sejak itulah dia mendirikan rumah modenya sendiri: Maysaa. Sumber *
Anda hijaber sejati? Tentu sudah familiar dengan Hana Tajima. Desainer busana muslimah yang tengah naik daun. Namanya sedang hits, terutama di dunia maya. Ditulis oleh para blogger muslimah di berbagai penjuru dunia.
Desainer muslimah yang kini berusia 26 tahun itu memang sudah kondang di mana-mana. Modelnya banyak digandrungi, terutama oleh kalangan muslimah muda. Dia tengah jadi trendsetter busana muslimah masa kini.
Hana Tajima adalah seorang mualaf. Sebelum sukses sebagai perancang mode, dia mengaku tak pernah bermimpi memeluk Islam. “Itu benar bahwa saya tidak pernah memutuskan masuk Islam atau ingin menjadi seorang muslim,” kata Tajima, dikutip Dream dariindependent.co.uk, Sabtu 17 Mei 2014.
Dia tumbuh di Davon, kota kecil di tenggara Inggris. Keluarganya tak begitu religius. “Saya tumbuh di pinggiran Davon, di mana ayah saya orang Jepang, etnik yang berbeda sama sekali dengan kondisi di desa,” tutur dia.
Masuk sekolah tingkat atas, Hana Tajima berkawan dengan orang dari berbagai latar belakang. Dia sempat terjerembab ke dalam pergaulan bebas. Teman-temannya penyuka hip-hop underground, menenggak minuman keras, dan kehidupan foya-foya lainnya.
Menginjak kuliah, dia berkawan dengan sejumlah muslim. Di sinilah dia merasa aneh. Mengapa teman-teman muslimnya itu tidak mau diajak ke klub. “Saya pikir ini mengejutkan, bagaimana bisa Anda tidak ingin keluar pada masa seperti ini,” ujar Hana Tajima.
Sejak itulah dia mulai belajar filosofi. Dia mulai bingung dengan kehidupannya saat itu. Kala itu, Hana Tajima yang ayu memang menjadi remaja populer. Punya pacar, banyak teman, dan semua yang menyenangkan. “Tapi saya masih merasa apakah harus seperti itu?”
Perasaan aneh itu terus menerus datang. Siang dan malam. Sehingga dia mencoba banyak membaca buku-buku soal agama. Banyak mempelajari teman-teman dan latar belakangnya. “Ada sesuatu yang menarik saya masuk Islam,” kata dia.
Dia mulai terkesan dengan Alquran. Hana Tajima menemukan banyak isu, mulai hak perempuan dan kehidupan kontemporer diatur dalam kitab orang muslim itu. “Semakin saya baca, semakin banyak saya setuju dengan Alquran dan saya bisa melihat mengapa Islam sungguh berpengaruh pada kehidupan teman-teman muslim saya.”
Meski demikian, Hana Tajima tetap belum masuk Islam. “Tapi ada suatu titik di mana saya tidak bisa mengatakan bahwa diri saya bukanlah muslim,” katanya. Sejak itulah Hana Tajima masuk Islam. Saat peristiwa sembilan tahun silam itu, usianya baru tujuh belas.
Sejak itu, dia bersyahadat. Mendeklarasikan diri sebagai muslim. Soal keluarga, blasteran Jepang-Inggris ini tidak ambil pusing. Sebab, dia berpikir, keluarganya akan senang jika dia senang.
“Dan mereka bisa melihat bahwa ini merupakan sesuatu yang sungguh positif,” katanya. Namun, tanggapan beragam datang dari teman-temannya. Ada yang menyayangkan banyak pula yang memberi dukungan.
Masuk Islam, ada hal baru yang membuatnya bingung. Soal busana. Dia sempat frustasi bagaimana harus berpakaian sebagai seorang muslimah. Sementara sebelum memeluk Islam, dia sudah terbiasa berbusana ala Barat.
Di tengah rasa frustasi itulah otaknya berputar. Jiwa kreatifnya muncul. Dia jadikan mode Barat itu sebagai inspirasi menciptakan busana hijab muslimah. Sejak itulah dia mendirikan rumah modenya sendiri: Maysaa. Sumber *
Label:
Al Qur'an,
busana,
Davon,
Dunia,
dunia maya,
filosofi,
Hana Tajima,
hijab,
Islam,
Jepang,
Maysaa,
model,
MUALAF,
Muslimah,
pergaulan bebas,
Perjalanan,
Religi,
Syahadat,
Trendsetter
Jumat, 25 April 2014
KUTINGGALKAN KRISTEN UNTUK MENGIKUTI PERINTAH YESUS
oleh Aninda Chairunnisa pada 10 November 2012 pukul 19:21
Nama baptisku : Christina Olivia Wijaya
Nama Islamku : Aninda Chairunnisa
TTL : Shanghai. 12 Desember 1992
Nama Ayah : David Peter Sulivan Wijaya
Ibu : Jennifer Alice Noumann
Saudara : Christofel Wijaya
Hendry Jones Wijaya
Angelica Kusuma Wijaya
B.B : 50/170
Nama baptisku : Christina Olivia Wijaya
Nama Islamku : Aninda Chairunnisa
TTL : Shanghai. 12 Desember 1992
Nama Ayah : David Peter Sulivan Wijaya
Ibu : Jennifer Alice Noumann
Saudara : Christofel Wijaya
Hendry Jones Wijaya
Angelica Kusuma Wijaya
B.B : 50/170
Entah harus kumulai dari mana menceritakan mengapa aku memilih Islam sebagai Suluh terakhir dalam hidupku,,namun kuceritakan semua ini,,semoga menjadi hikmah buat diriku sendiri,,buat anak cucuku kelak,,bahkan jika dapat diambil hikmah oleh tem,an teman semoga dapat memberikan manfaat,,,betapa perjuangan mencari kebenaran itu tidaklah mudah,,
Aku tidak pernah menyangka kepergianku ke singapura dari Jakarta pd 2-1-2009 telah membawa perobahan yang besar dalm hidupku..sebuah ujian yang tak sanggup kusandang memaksa aku pergi ke Negara yang terkenal bebas itu..Doa doa kupanjatkan mengharapkan segera berakhir ujian itu,,tetap saja ujian itu ada,,semua cara kulakukan ,,doa2 ala hindu,,budha..konghuchu sudah kulakukan,,semua doaku bagai ukiran pasir dipantai hilang tersapu ombak,,aku bukanlah keluarga yang pas pasan,,atau miskin,,tidak,,,keluargaku berkecukupan,,apapun yang ku mau pasti kudapatkan…
Malam itu aku pergi kesebuah diskotik yang teramat kukenal..apalagi kalau bukan minum minuman keras..hari demi hari kulakukan,,,tanteku tdpernah melarangku,,bahkan ia memaklumi,,bahkan berkata
“singapura,,adalah tempat yang pas buat membuang stress,,”begitu kata tanteku..yahhh beliau adalah missionaries yang handal,,ajaran Kristen yang membolehkan minum minuman keras ..mungkin dipandang tepat olehnya ( Amsal 31 :6-7 ),,seminggu lebih kulakukan mabuk mabukan itu,,hingga suatu malam,,aku pulang membawa mobil sendiri,,
“singapura,,adalah tempat yang pas buat membuang stress,,”begitu kata tanteku..yahhh beliau adalah missionaries yang handal,,ajaran Kristen yang membolehkan minum minuman keras ..mungkin dipandang tepat olehnya ( Amsal 31 :6-7 ),,seminggu lebih kulakukan mabuk mabukan itu,,hingga suatu malam,,aku pulang membawa mobil sendiri,,
Mungkin pengaruh mabuk,,aku telah menabrak seseorang pejalan kaki,,ia terkapar tewas,,mobilku naik di pembatas jalan,,antara sadar dan tidak kurasakan tangan kekar mengeluarkan aku,,dan kemudian dia berbicara dihadapan para polisi singapura,,”SAYA YANG BAWA MOBIL INI,,”begitu katanya,,ia ditahan,,,
2 minggu saya harus menjenguk laki laki yang telah menolongku dari penjara singapura,,mungkin krn ia orang berpengaruh..ia bebas,,,
Aku mengajak dia utk makan disebuah tempat yang paling kusukai,,dia menjawab,, “ MAAF NON SAYA MUSLIM..begitu katanya,,aku mengatakan banyak pilihan,,tetap dia mengatakan : ITUKAN DAERAH KHUSUS,,BUKAN UMUM’ akhirnya kami kesuatu tempat di Mall yang ada Resto Padangnya,,selesai makan kami jalan jalan ke pinggir pantai yang eksotik sembari bercerita..SAMPAI KE MASALAH AGAMA
Aku mengajak dia utk makan disebuah tempat yang paling kusukai,,dia menjawab,, “ MAAF NON SAYA MUSLIM..begitu katanya,,aku mengatakan banyak pilihan,,tetap dia mengatakan : ITUKAN DAERAH KHUSUS,,BUKAN UMUM’ akhirnya kami kesuatu tempat di Mall yang ada Resto Padangnya,,selesai makan kami jalan jalan ke pinggir pantai yang eksotik sembari bercerita..SAMPAI KE MASALAH AGAMA
…berulang kali kuajak dia utk mempelajari Kristen,,dia berkata : APA ITU KRISTEN ??
Katanya,,,,,,,semua ttg Kristen kujelaskan,,dia menjadi pendengar yang baik..dlm hatiku ia pasti mau masuk Kristen,,ternyata dia menjawab : OHH AJARAN PAULUS THO NON YA..katanya,,saya jawab : benar Rasul Paulus adalah Rasul yang diutus Oleh Tuhan Yesus kristus utk menyampaikan Firmanya kataku,,
tapi dia menjawab :kenapa ajaran yesus saatr hidup dan setelah disalib kok beda..apakah non tdk menangkap bhw ada intervensi kekuasaan yang sangat Mengganggu..
tapi dia menjawab :kenapa ajaran yesus saatr hidup dan setelah disalib kok beda..apakah non tdk menangkap bhw ada intervensi kekuasaan yang sangat Mengganggu..
6 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk aku melakukan dialog denganya,,,kami melakukan dialog kadang face to face..kadang via SMS kadang Via Chatting ,,hingga suatu hari dia menawarkan untk pergi ke Mesir dan Yordania,,aku setuju banget,,siapa yang menolak,,sesampai di mesir dan yordania dia mengajak aku ke Museum arkeologi,,dimana ada beberapa manuskrif yg tdk diambil oleh vatikan,,seminggu aku membaca manuskrif itu,,hingga akhirnya aku memutuskan utk
MASUK ISLAM TANPA SYARAT APAPUN,,,krn AKU INGIN MENGIKUTI AJARAN YESUS YANG SEBENARNYA..YANG SDH DISEMPURNAKAN DLM ISLAM…kembali keindonesia,,niat ingin masuk islam itu kuutarakan dengan ortu dan saudara saudaraku..mereka marah besar,,bahkan berkata : Setan Arab mana yang menyihirmu Christina”kata mrk,,,,aku bersabar,,kuajak mrk dialog,,5 bulan lamanya..hingga suatu hari,,,papi dan mamiku berkata : NAK,,,KAMU BENAR,,ISLAM PILIHAN YANG TEPAT..PAPI MAMI AKAN MASUK ISLAM JUGA,,,,dan ke 3 kakaku pun berkata : DE MAAFKAN KAMI YA,,KAMI YANG SALAH,,KAMI AKAN MASUK ISLAM IKUT KAMU’ begitu kata mereka,,Dengan Linangan air mata kutelpon laki laki lawan dialogku,,kuceritakan semua..akhirnya kami memutuskan masuk islam bersama-sama di Mekkah,,dihadapan Imam besar Madinah kami mengucapkan Syahadat..Asy hadu anla Ilaha Illa Alloh wa asy hadu anna Muhammadar rasulullah..aku bersaksi Tiada tuhan yang layak dan patut disembah Kecuali Allah dan aku bersaksi Bahwa Muhammad adalah Utusan Allah… Sumber *
Label:
Aninda Chairunnisa,
Christina Olivia Wijaya,
diskotik,
hikmah,
Islam,
Kristen,
KUTINGGALKAN,
mabuk,
minuman keras,
missionaries,
Muslim,
nabrak,
Paulus,
PERINTAH,
polisi,
Resto Padang,
Singapura,
tante,
YESUS
Rabu, 15 Januari 2014
Majelis Rosululloh Garap Pemuda Islam
(Antara) - Organisasi Majelis Rosululloh akan terus mengumandangkan dakwah keteladan Rosululloh kepada umat Islam di tanah air. Majelis Rosululloh juga fokus berdakwah kepada para pemuda Islam di berbagai daerah, termasuk Jakarta. ( Antara Video *)
Selasa, 22 Oktober 2013
Kisah pembuat film anti-Islam yang jadi mualaf
Produser Film Fitna, sebuah film yang menghina Nabi Muhammad, dan pegiat anti-Islam asal Belanda, Arnoud Van Doorn, menjadi mualaf awal tahun ini. Dia bahkan melakukan ibadah haji untuk pertama kalinya kemarin. Dia mengatakan mendapat ketenangan setelah menjadi seorang muslim.
Berita terkait dia menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media kala itu. Padahal dia seorang mantan wakil ketua Partai Bagi Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam, seperti dilansir situs yjc.ir, Maret lalu.
Namun, setelah mempelajari Islam, Doorn akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Dia bersyahadat di akun Twitter miliknya dengan menggunakan bahasa Arab dan mengejutkan semua orang.
Doorn, 46 tahun, merupakan sosok yang sopan dan lembut. Dia percaya bahwa Islamofobia atau diskriminasi terhadap Islam dan kaum muslim di Eropa berasal dari media-media Barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap.
Dia bahkan mengatakan jika orang-orang di Eropa tahu betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf.
Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Ma'an (MNA), Doorn menyatakan minatnya untuk melakukan perjalanan ke Iran dan negara-negara Islam lainnya. Dia menjelaskan bahwa dirinya berharap dapat melihat beberapa kota di Negeri Mullah itu, seperti Isfahan, Shiraz, dan Qum.
"Saya telah mempelajari Alquran berdasarkan keingintahuan, yang saya mulai sekitar setahun lalu setelah saya meninggalkan PVV. Sebelum itu saya hanya mendengar cerita negatif tentang Islam. Semakin saya membaca juga Alquran, semakin saya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana," kata Doorn.
"Saya telah memiliki pendidikan agama sebagai seorang Kristen, jadi saya sudah memahami banyak nilai-nilai. Lebih mudah untuk dari seorang Kristen menjadi seorang muslim daripada dari seorang yang tidak memiliki kepercayaan, karena saya sudah mengenal hal-hal tentang para nabi, malaikat, dan ajaran yang diperlukan dalam agama apapun," lanjut dia.
Doorn mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam. "Semoga penyesalan, pertobatan, dan air mata saya dapat mencuci seluruh dosa saya," ujarnya usai melaksanakan ibadah haji, seperti dikutip situs Irib.
Dia juga menyatakan sejak dirinya naik haji dan datang ke tanah suci telah menjadi hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Nabi Muhammad. "Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Nabi Muhammad," ucap dia.
Doorn menjadi salah satu dari 15 ribu mualaf Belanda tahun ini. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu hanya Jumlah mualaf Belanda telah meningkat dari 12 ribu orang. Sumber *
Berita terkait dia menjadi seorang muslim menjadi gaung besar di media-media kala itu. Padahal dia seorang mantan wakil ketua Partai Bagi Kebebasan Belanda (PVV) pimpinan Geert Wilders, politisi Belanda terkenal dengan gerakan anti-Islam, seperti dilansir situs yjc.ir, Maret lalu.
Namun, setelah mempelajari Islam, Doorn akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Dia bersyahadat di akun Twitter miliknya dengan menggunakan bahasa Arab dan mengejutkan semua orang.
Doorn, 46 tahun, merupakan sosok yang sopan dan lembut. Dia percaya bahwa Islamofobia atau diskriminasi terhadap Islam dan kaum muslim di Eropa berasal dari media-media Barat dan upaya pemerintah untuk memperlihatkan citra Islam yang gelap.
Dia bahkan mengatakan jika orang-orang di Eropa tahu betapa indah dan bijaksananya Islam, maka mereka semua pasti akan menjadi mualaf.
Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Ma'an (MNA), Doorn menyatakan minatnya untuk melakukan perjalanan ke Iran dan negara-negara Islam lainnya. Dia menjelaskan bahwa dirinya berharap dapat melihat beberapa kota di Negeri Mullah itu, seperti Isfahan, Shiraz, dan Qum.
"Saya telah mempelajari Alquran berdasarkan keingintahuan, yang saya mulai sekitar setahun lalu setelah saya meninggalkan PVV. Sebelum itu saya hanya mendengar cerita negatif tentang Islam. Semakin saya membaca juga Alquran, semakin saya yakin bahwa Islam adalah agama yang benar-benar indah dan bijaksana," kata Doorn.
"Saya telah memiliki pendidikan agama sebagai seorang Kristen, jadi saya sudah memahami banyak nilai-nilai. Lebih mudah untuk dari seorang Kristen menjadi seorang muslim daripada dari seorang yang tidak memiliki kepercayaan, karena saya sudah mengenal hal-hal tentang para nabi, malaikat, dan ajaran yang diperlukan dalam agama apapun," lanjut dia.
Doorn mengatakan sangat menyesal telah menghina Islam. "Semoga penyesalan, pertobatan, dan air mata saya dapat mencuci seluruh dosa saya," ujarnya usai melaksanakan ibadah haji, seperti dikutip situs Irib.
Dia juga menyatakan sejak dirinya naik haji dan datang ke tanah suci telah menjadi hal terbaik dalam hidupnya. Dia mengaku merasa malu saat berada depan makam Nabi Muhammad. "Saya benar-benar berharap Allah mengampuni saya. Saya mempunyai salah besar telah menjelekkan Nabi Muhammad," ucap dia.
Doorn menjadi salah satu dari 15 ribu mualaf Belanda tahun ini. Jumlah itu meningkat dari tahun lalu hanya Jumlah mualaf Belanda telah meningkat dari 12 ribu orang. Sumber *
Label:
anti-Islam,
Arnoud Van Doorn,
Belanda,
bersyahadat,
bijaksana,
film,
Geert Wilders,
haji,
indah,
Islam,
Islamofobia,
ketenangan,
Kristen,
lembut,
MNA,
MUALAF,
Nabi Muhammad SAW,
pembuat,
PVV,
sopan
Senin, 14 Oktober 2013
Gara-gara 19 Pertanyaan, Pendeta dan Jemaatnya Masuk Islam di Gereja
Pagi itu, sang pendeta telah berdiri untuk memberikan khotbah. Namun, melihat ada seorang pemuda yang memiliki tanda khusus hadir di gerejanya, sang pendeta menahan khotbahnya.
“Aku tidak akan memberikan khotbah kepada kalian, karena diantara kalian ada umatnya Muhammad,” kalimat pertama pendeta itu bagaikan petir di siang bolong. Sebagian jemaat gereja melihat kanan dan kiri, siapa orang yang dimaksud pendeta.
“Bagaimana pendeta mengetahuinya?” tanya seorang jema’at.
“Karena umat Muhammad memiliki tanda khusus di jidatnya, yakni bekas sujud”
Sang pemuda yang dimaksud kemudian berdiri hendak pergi. Namun, tantangan sang pendeta membuat langkahnya terhenti. “Wahai orang muslim, aku akan bertanya kepadamu. Jika kamu bisa menjawab pertanyaanku maka aku akan masuk Islam;
Pertanyaan pertama: Siapakah yang satu dan tidak ada duanya?
Pertanyaan kedua: Apa sesuatu yang dua dan tidak ada ketiganya?
Pertanyaan ketiga: Apa sesuatu yang tiga dan tidak ada keempatnya?
Pertanyaan keempat: Apa sesuatu yang empat dan tidak ada kelimanya?
“Aku tidak akan memberikan khotbah kepada kalian, karena diantara kalian ada umatnya Muhammad,” kalimat pertama pendeta itu bagaikan petir di siang bolong. Sebagian jemaat gereja melihat kanan dan kiri, siapa orang yang dimaksud pendeta.
“Bagaimana pendeta mengetahuinya?” tanya seorang jema’at.
“Karena umat Muhammad memiliki tanda khusus di jidatnya, yakni bekas sujud”
Sang pemuda yang dimaksud kemudian berdiri hendak pergi. Namun, tantangan sang pendeta membuat langkahnya terhenti. “Wahai orang muslim, aku akan bertanya kepadamu. Jika kamu bisa menjawab pertanyaanku maka aku akan masuk Islam;
Pertanyaan pertama: Siapakah yang satu dan tidak ada duanya?
Pertanyaan kedua: Apa sesuatu yang dua dan tidak ada ketiganya?
Pertanyaan ketiga: Apa sesuatu yang tiga dan tidak ada keempatnya?
Pertanyaan keempat: Apa sesuatu yang empat dan tidak ada kelimanya?
Senin, 05 Agustus 2013
Sakti Eks Sheila On7 Belajar Islam di Tiga Negara
Jakarta--Kata-kata bijak carilah ilmu sampai ke negeri Cina, telah diaplikasikan oleh mantan gitaris Sheila on 7, Sakti Ari Seno. Selepas ia menggantungkan gitarnya dan mundur dari band yang membesarkan namanya, Sakti memilih untuk mengkaji Islam lebih dalam.
Tidak tanggung-tanggung, pria kelahiran Jogjakarta 14 Juni 1980 ini pergi ke India, Pakistan, dan Bangladesh untuk belajar dan melihat bagaimana Islam diimplementasikan dalam kehidupan. "Saya di sana semacam ambil kursus singkat, di India 40 hari, Pakistan sekitar 4 bulan, lalu di Bangladesh juga beberapa hari," katanya pada Tempo saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Sakti mengaku bahwa sejak memutuskan berhenti dari dunia hiburan dirinya telah memantapkan niat untuk berdakwah dan belajar agama. "Saya belajar setiap tahun dan meluangkan 4 bulan untuk belajar Islam secara intensif. Setiap dua tahun sekali belajar ke sana (India, Pakistan) untuk memperbaharui, istilahnya ngecharge iman," paparnya.
Ketiga negara itu dipilih Sakti akrena menurutnya di sanalah ia dapat belajar Islam lebih kondusif. Selain itu di negara-negara tersebut suasana agama di amalkan dalam keseharian dan terasa lebih hidup. "Saat ini banyak orang belajar agama ke sana. Lebih dari 260 negara pergi ke sana untuk belajar, termasuk dari Arab, Mekkah dan Madinah. Jadi kita benar-benar mengetahui bagaimana agama itu diamalkan," tambah Sakti.
Sakti mengaku bahwa selama di tiga negara itu dirinya memperdalam ilmu dakwah. "Untuk mengaplikasikan bagaimana teori-teori agama selama ini, seperti apa wujudnya, percontohannya, berjumpa dengan yang beanr-benar mengamalkan, melihatnya hati ini merasa adem, sejuk," ujarnya. Sumber *
Tidak tanggung-tanggung, pria kelahiran Jogjakarta 14 Juni 1980 ini pergi ke India, Pakistan, dan Bangladesh untuk belajar dan melihat bagaimana Islam diimplementasikan dalam kehidupan. "Saya di sana semacam ambil kursus singkat, di India 40 hari, Pakistan sekitar 4 bulan, lalu di Bangladesh juga beberapa hari," katanya pada Tempo saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Sakti mengaku bahwa sejak memutuskan berhenti dari dunia hiburan dirinya telah memantapkan niat untuk berdakwah dan belajar agama. "Saya belajar setiap tahun dan meluangkan 4 bulan untuk belajar Islam secara intensif. Setiap dua tahun sekali belajar ke sana (India, Pakistan) untuk memperbaharui, istilahnya ngecharge iman," paparnya.
Ketiga negara itu dipilih Sakti akrena menurutnya di sanalah ia dapat belajar Islam lebih kondusif. Selain itu di negara-negara tersebut suasana agama di amalkan dalam keseharian dan terasa lebih hidup. "Saat ini banyak orang belajar agama ke sana. Lebih dari 260 negara pergi ke sana untuk belajar, termasuk dari Arab, Mekkah dan Madinah. Jadi kita benar-benar mengetahui bagaimana agama itu diamalkan," tambah Sakti.
Sakti mengaku bahwa selama di tiga negara itu dirinya memperdalam ilmu dakwah. "Untuk mengaplikasikan bagaimana teori-teori agama selama ini, seperti apa wujudnya, percontohannya, berjumpa dengan yang beanr-benar mengamalkan, melihatnya hati ini merasa adem, sejuk," ujarnya. Sumber *
Label:
Bangladesh,
Belajar,
belajar agama,
berdakwah,
Eks,
India,
Islam,
kursus singkat,
mantan gitaris,
ngecharge,
Pakistan,
Sakti Ari Seno,
Sheila On7,
Tiga Negara
Selasa, 30 Juli 2013
Tahalli - From SufiMuda
Diri rohani yang yang telah dikosongkan dari sifat-sifat mazmumah yang tercela harus segera diisi dengan sifat-sifat mahmudah (terpuji). Seorang yang terus menerus mengisi diri rohaninya dengan sifat-sifat terpuji, yaitu dengan melaksanakan amalan-amalan saleh, baik yang wajib maupun yang sunat, yang dilaksanakan dengan penuh ikhlas dengan perasaan syukur, penuh tawakal seraya menghadapkan ridla Allah SWT, itulah yang dinamakan Tahalli.
Tahalli secara harfiah berarti mengisi dan menghiasi diri atau menyibukkan diri dengan sifat-sifat dan amal-amal terpuji yang digariskan dan ditetapkan dalam syariat Islam.
Pengisian diri rohani dengan sifat-sifat mahmudah dengan kegiatan-kegiatan ‘akmalush shalihat, adalah amat penting, karena kesibukan-kesibukan yang berbentuk amalan-amalan maksiat selama ini harus segera diganti dengan kesibukan-kesibukan baru, yaitu kegiatan amal kebaikan. Inilah yang dinamakan inabah. Inabah artinya kembali ke jalan yang hak atau benar, menggantikan kebiasaan yang buruk dengan kebiasaan yang baik.
Menurut Imam Al Ghazali, jiwa manuasia itu dapat dilatih, dapat dikuasai, sehingga bentuk dan arahnya berubah-ubah sesuai dengan yang kita kehendaki. Kita bentuk dan kita rubah sikap mental yang buruk menjadi sikap mental yang baik dan luhur dengan riyadhah dan mujahadah yang sungguh-sungguh.
Menurut ulama sufi, mengubah dan membentuk sikap mental itu, adalah dengan melaksanakan seluruh pola ajaran dan amalan Islam itu dengan sebaik-baiknya. Terutama sekali melaksanakan syariat, tarekat, hakikat dan makrifat dengan metode dan peramalan yang benar. Selanjutnya *
Tahalli secara harfiah berarti mengisi dan menghiasi diri atau menyibukkan diri dengan sifat-sifat dan amal-amal terpuji yang digariskan dan ditetapkan dalam syariat Islam.
Pengisian diri rohani dengan sifat-sifat mahmudah dengan kegiatan-kegiatan ‘akmalush shalihat, adalah amat penting, karena kesibukan-kesibukan yang berbentuk amalan-amalan maksiat selama ini harus segera diganti dengan kesibukan-kesibukan baru, yaitu kegiatan amal kebaikan. Inilah yang dinamakan inabah. Inabah artinya kembali ke jalan yang hak atau benar, menggantikan kebiasaan yang buruk dengan kebiasaan yang baik.
Menurut Imam Al Ghazali, jiwa manuasia itu dapat dilatih, dapat dikuasai, sehingga bentuk dan arahnya berubah-ubah sesuai dengan yang kita kehendaki. Kita bentuk dan kita rubah sikap mental yang buruk menjadi sikap mental yang baik dan luhur dengan riyadhah dan mujahadah yang sungguh-sungguh.
Menurut ulama sufi, mengubah dan membentuk sikap mental itu, adalah dengan melaksanakan seluruh pola ajaran dan amalan Islam itu dengan sebaik-baiknya. Terutama sekali melaksanakan syariat, tarekat, hakikat dan makrifat dengan metode dan peramalan yang benar. Selanjutnya *
Langganan:
Postingan (Atom)

