/* embed JW Player Code */ /* embed JW Player Code */
Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gus Dur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2015

Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?


Tokoh agama Islam, Kristen, dan Budha sedang berdebat. Gus Dur tentu sebagai wakil dari agama Islam. Kala itu diperdebatkan mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan ?

Seorang biksu Budha menjawab duluan. “Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan, karena setiap kita beribadah ketika memanggil Tuhan kita mengucapkan ‘Om’. Nah kalian tahu sendiri kan seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?”

Seorang pendeta dari agama Kristen menyangkal.“Ya tidak bisa, pasti agama saya yang lebih dekat dengan Tuhan.” ujar pendeta

“Lah kok bisa ?” sahut biksu penasaran.

“Kenapa tidak,agama anda kalau memanggil Tuhan hanya om, kalau di agama saya memanggil tuhan itu ‘Bapa’ Nah kalian tahu sendiri kan lebih dekat mana anak sama bapaknya daripada keponakan dengan pamannya,” jawab pendeta.

Gus Dur yang belum mengeluarkan argumen masih tetap tertawa malah terbahak-bahak setelah mendengar argumen dari pendeta.

“Loh kenapa anda kok tertawa terus?” tanya pendeta penasaran.

“Apa anda merasa bahwa agama anda lebih dekat dengan tuhan?” sahut biksu bertanya pada Gus Dur.

Gus Dur masih saja tertawa sambil mengatakan “Ndak kok, saya ndak bilang gitu, boro-boro dekat justru agama saya malah paling jauh sendiri dengan Tuhan.” jawab Gus Dur dengan masih tertawa.

“Lah kok bisa ?” tanya pendeta dan biksu makin penasaran.

“ Lah gimana tidak, lah wong kalau di agama saya itu kalau memanggil Tuhan saja harus memakai Toa (pengeras suara),” jawab Gus Dur.

Sumber *

Sabtu, 01 Februari 2014

Makam Gus Dur, Penjual Durian dan Tulah

Sejumlah kisah tak masuk diakal biasa menyertai tokoh-tokoh ulama besar baik di masa hidup maupun wafatnya. Sebuah kisah diungkapkan KH Ahmad Mustain Syafi'i saat berceramah di haul peringatan empat tahun wafatnya Gus Dur di pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat malam, 3 Januari 2014.

Mustain adalah alumni Tebuireng dan salah satu pengajar di pondok pesantren Madrasatul Quran, Tebuireng, Jombang. Ia didaulat bercemarah menggantikan Habib Lutfi bin Yahya yang batal hadir. Mustain mengaku mendengar kisah aneh tentang penjual durian yang berada di dekat pintu gerbang masuk kompleks pemakaman Gus Dur dan keluarga pondok pesantren Tebuireng.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...