/* embed JW Player Code */ /* embed JW Player Code */
Tampilkan postingan dengan label keberkahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keberkahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

Makam Gus Dur, Penjual Durian dan Tulah

Sejumlah kisah tak masuk diakal biasa menyertai tokoh-tokoh ulama besar baik di masa hidup maupun wafatnya. Sebuah kisah diungkapkan KH Ahmad Mustain Syafi'i saat berceramah di haul peringatan empat tahun wafatnya Gus Dur di pondok pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat malam, 3 Januari 2014.

Mustain adalah alumni Tebuireng dan salah satu pengajar di pondok pesantren Madrasatul Quran, Tebuireng, Jombang. Ia didaulat bercemarah menggantikan Habib Lutfi bin Yahya yang batal hadir. Mustain mengaku mendengar kisah aneh tentang penjual durian yang berada di dekat pintu gerbang masuk kompleks pemakaman Gus Dur dan keluarga pondok pesantren Tebuireng.

Rabu, 07 Agustus 2013

Takbir di Malam Hari Raya

Bertakbir di malam hari raya adalah merupakan sunnah Nabi Muhammad yang amat perlu untuk di lestarikan dalam menampakkan dan mengangkat syi’ar Islam.Para ulama dari masa kemasa sudah biasa mengajak ummat untuk melakukan takbir baik setelah sholat (takbir muqoyyad) atau di luar sholat (takbir mursal).

Lebih lagi takbir dengan mengangkat suara secara kompak yang bisa menjadikan suara semakin bergema dan berwibawa adalah yang biasa dilakukan ulama dan ummat dari masa kemasa.

Akan tetapi ada sekelompok kecil dari orang yang hidup di akhir zaman ini begitu berani mencaci dan membid’ahkan takbir bersama-sama. Dan sungguh pembid’ahan ini tidak pernah keluar dari mulut para salaf (ulama terdahulu).
Mari kita cermati riwayat-riwayat berikut ini yang menjadi sandaran para ulama dalam mengajak bertakbir secara kompak dan bersama-sama.

Berdasarkan Hadits dalam Shohih Imam Bukhori No 971 yang diriwayatkan oleh Ummi Athiyah, beliau berkata :

كُنَّا نُؤْمَرُ أَنْ نَخْرُجَ يَوْمَ الْعِيدِ، حَتَّى نُخْرِجَ الْبِكْرَ مِنْ خِدْرِهَا، حَتَّى نُخْرِجَ الْحُيّاَضَ، فَيَكُنَّ خَلْفَ النَّاسِ فَيُكَبِّرْنَ بِتَكْبِيرِهِمْ، وَيَدْعُونَ بِدُعَائِهِمْ يَرْجُونَ بَرَكَةَ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَطُهْرَتَهُ.(رواه البخاري

Artinya : “Kami diperintahkan untuk keluar pada hari raya sehingga para wanita-wanita yang masih gadispun diperintah keluar dari rumahnya, begitu juga wanita-wanita yang sedang haid dan mereka berjalan dibelakang para manusia (kaum pria) kemudian para wanita tersebut mengumandangkan takbir bersama takbirnya manusia (kaum pria)dan berdoa dengan doanya para manusia serta mereka semua mengharap keberkahan dan kesucian hari raya tersebut”.

Selanjutnya *

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...