Nostalgia lama yang hadir nyata! Qurais Shihab seolah hadir guna meyakinkan ummat, bahwa kehebatan kaum Ulama Islam tak tanggung-tanggung.
Ulama pembela Islam, selalu berarti orang yang menguasai segala cabang ilmu. Mereka adalah para intelektual ensiklopedik (tahu segala macam bidang). Bahwa kebesaran nama-nama intelektual Islam klasik, dari Ibnu Khaldun, Al Farazi, Ibnu Sina, hingga Ibnu Rusyd, yang fasih dalam multi disiplin ilmu (dari Filsafat, seni, matematika, biologi, sampai astronomi) bukanlah sejarah palsu.
Dalam buku ini, berjudul Dia Ada di Mana-Mana, sosok Quraish Shihab kembali menerangi kita dengan cahaya segala cahaya.
Pembaca diajak berselancar ke segala detil-detil bidang kehidupan. Sungguh memuaskan otak. Ahli Tafsir Al Quran dari Indonesia ini tak hanya mampu menjelaskan makna ayat Al Quran atau rahasia sebauah hadis. Tapi juga lancar bercerita laksana fisikawan, tatkala membongkar tanda-tanda (ayat) alam semesta.
Maka, yang dimaksud Dia Ada di Mana-Mana dalam buku ini, tak lain adalah seluruh unsur, elemen, universum (alam semesta). Penulis buku mengulas apa itu angin, udara, air, api, dalam kaidah sains moderen. Lalu diberi informasi yang sepadan dengan keteranga-keterangan dari Al Quran.
Selanjutnya *
Menebar Kebaikan dan Kesejahteraan (Salam)
Tampilkan postingan dengan label cahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cahaya. Tampilkan semua postingan
Senin, 06 Oktober 2014
Jumat, 19 Juli 2013
Memahami Hakikat Tuhan Lewat Kelapa
Sebenarnya tidak ada bahasa yang bisa mengungkapkan misteri tentang Tuhan dan tidak ada pula pembahasan yang bisa dengan sempurna menggambarkan hakikat Tuhan. Tuhan, dalam sepanjang sejarah peradaban manusia akan menjadi misteri dan akan terus misteri kalau proses pencariannya hanya dengan menggunakan ilmu akal semata. Untuk memudahkan manusia memahami hakikat Tuhan, maka di dalam kitab suci Tuhan memberikan perumpamaan-perumpamaan agar manusia lebih akrab mengenal-Nya.
Salah satu ungkapan hakikat Tuhan dalam al-Qur’an ada di dalam surat An-Nur, 35 :
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Mahamengetahui segala sesuatu.
Baca selanjutnya *
Salah satu ungkapan hakikat Tuhan dalam al-Qur’an ada di dalam surat An-Nur, 35 :
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Mahamengetahui segala sesuatu.
Baca selanjutnya *
Langganan:
Postingan (Atom)