/* embed JW Player Code */ /* embed JW Player Code */

Rabu, 20 November 2013

10 SEBAB SHALAT TIDAK DITERIMA

Terdapat Hadis Rasulullah saw juga mengatakan bahwa terdapat 10 golongan manusia yang shalatnya tidak diterima oleh Allah SWT iaitu :

1. Orang lelaki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2. Orang lelaki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat.

3. Orang lelaki yang minum arak tanpa meninggalkannya(taubat).

4. Orang lelaki yang menjadi imam padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

5. Anak lelaki yang melarikan diri dari rumah tanpa izin kedua ibu bapanya.

6. Orang perempuan yang suaminya marah/menegur kepadanya lalu si isteri memberontak.

7. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim serta angkara.

8. Orang perempuan yang tidak menutup aurat.

9. Orang yang suka makan riba.

10. Orang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.

(HR Bukhari dan Muslim). Kitab (Tabyinul Mahaarim).

Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu petunjuk dan jalan selamat dan barang siapa yang tidak memelihara shalat maka sesungguhnya shalat itu tidak menjadi cahaya dan juga tidak menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya”.

Ya Allah semoga seluruh sholat kami selama ini dapat diterima olehmu Ya Allah...
Tolong maafkan kami jika kami kurang sempurna Ya Allah...

Aamiin

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan dan amal jariyah untuk Kita semua.

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Sabtu, 16 November 2013

Kisah Imam Al-Ghazali Berguru Kepada Tukang Sol Sepatu


Posted on November 15, 2013 by SufiMuda

Suatu malam disaat orang sedang terlelap, Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat itu masih muda dan sedang berguru kepada Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabbal Qubis Makkah sedang membersihkan kamar mandi Gurunya menggunakan kedua tangannya tanpa merasa jijik dan melakukan dengan penuh ikhlas. Di saat Beliau melakukan tersebut, tiba-tiba Guru Syekh Sulaiman Zuhdi lewat dan berkata, “Kelak tanganmu akan di cium raja-raja dunia”. Ucapan Gurunya itu dikemudian hari terbukti dengan banyak raja yang menjadi murid Beliau dan mencium tangan Beliau salah satunya adalah Sultan Musa al-Muazzamsyah, Raja di Kerajaan Langkat, Sumatera Utara.

Kisah berguru dalam ilmu hakikat mempunyai keunikan tersendiri, seperti kisah Sunan Kalijaga yang menjaga tongkat Gurunya dalam waktu lama, dengan itu Beliau lulus menjadi seorang murid. Berikut kisah Ulama Besar Imam Al-Ghazali memperoleh pencerahan bathin bertemu dengan pembimbing rohaninya, kisah ini saya di kutip dari Buku Tuntunan Mencapai Hidayah Ilahi hal. 177, 178. Karya Imam Al Ghazali dari web dokumenpemudatnqn.net. Selanjutnya *

Maulana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani: Tasawuf Adalah Zikir


Posted on November 15, 2013 by SufiMuda

Istilah tasawuf sering kali disalahpahami sebagian orang. Mereka memahami tasawuf hanya sebatas duduk sepanjang hari beribadah di masjid.

”Dulu, para ahli sufi adalah pedagang di siang hari dan zuhud di kala malam,” ungkap tokoh sufi terkemuka asal Lebanon, Maulana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani.

Menurut tokoh penyebar tasawuf di Benua Amerika itu, tasawuf tidak berangkat dari titik hampa. Dasar tasawuf, kata alumnus universitas Al-Azhar, Damaskus, Suriah, itu, disebutkan dua kali dalam Alquran, yakni surah al-Kahf ayat 28 dan surah al-Jin ayat 16:

”Isi amar (perintah) itu menyebutkan agar belajar dari para ahli ibadah yang menghabiskan waktu mereka di malam hari untuk ta’abbuddan mengaryakan hidup mereka di kala siang guna bekerja mencari nafkah,’’ ujar Syekh Kabbani kepada wartawan Republika, Nashih Nasrullah.

Murid dari Syekh Abdullah ad-Daghestani dan Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani itu menegaskan bahwa tasawuf adalah zikir. Sedangkan, zuhud bisa dimaknai dengan menahan diri dari segala bentuk akhlak yang tercela. Menurutnya, tak sedikit orang yang memahami zuhud dengan meninggalkan dunia lalu menyendiri (uzlah) di tempat sepi.

Berikut petikan wawancara dengan lulusan American University Beirut, Lebanon, di bidang Kimia dan alumnus Fakultas Kedokteran University of Louvain, Belgia, itu tentang makna tasawuf yang sebenarnya: Selanjutnya *

Rabu, 13 November 2013

Tidak Ada Perantara Antara Manusia dengan Allah (Bag. 4)

Posted on November 13, 2013 by SufiMuda

Abu Bakar Siddiq khawatir kalau tidak memberi ketegasan, maka nanti orang akan tetap melakukan rabithah langsung kepada Nabi tanpa mau dibimbing oleh para khalifah Beliau, padahal syarat untuk bisa melakukan rabithah adalah seseorang harus mengenal betul Gurunya dan pernah hidup semasa Gurunya hidup.

Kita ummat Nabi yang hidup dalam rentang waktu 14 abad ini sebenarnya tidak ada masalah sama sekali tentang hubungan kita dengan Beliau. Jarak dan waktu hanya akan menghalangi jasmani dengan jasmani akan tetapi tidak mempengaruhi rohani dengan rohani. Rohani Rasulullah SAW akan tetap bisa membimbing ummatnya walaupun dalam rentang jarak ribuan tahun. Untuk bisa kontak dengan rohani Rasulullah SAW tentu kita harus mengenal salah seorang khalifah Beliau yang masih hidup di zaman ini, sebagai pembawa wasilah yang ada dalam diri Beliau, dengan cara ini maka kita akan bisa langsung berhubungan dengan Rasulullah SAW. Selanjutnya *

Senin, 11 November 2013

Malam Cinta Rasul Bersama Habib Syech di Malaysia

Fatwa Imam Syafi'i: Pendapat & Kebenaran


Tidak Ada Perantara Antara Manusia dengan Allah (Bag. 3)


Posted on November 11, 2013 by SufiMuda

Setiap Nabi tanpa kecuali mempunyai derajat ini, derajat kedekatan dengan Allah sehingga antara dia dengan Allah tidak mempunyai jarak sama sekali. Al-Qur’an yang sekarang kita kenal dalam bentuk kitab pada awalnya adalah firman Allah yang tidak berhuruf dan tidak bersuara, itu adalah firman Allah yang Maha Tinggi kemudian berwujud dalam bentuk ucapan Nabi Muhammad. Firman Allah yang tidak berhuruf bersuara tersebut kemudian di dengar oleh manusia dalam bentuk bahasa Arab karena Nabi Muhammad bahasa tutur Beliau adalah bahasa Arab.

Firman Allah yang turun kepada Nabi Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi lain tentu bukan dalam bahasa Arab tapi bahasa yang dipahami oleh Nabi dan ummat zaman itu.

Kenapa Yesus disebut Tuhan? Selanjutnya *

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...