/* embed JW Player Code */ /* embed JW Player Code */
Tampilkan postingan dengan label Awal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awal. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juli 2013

Menemukan Rahasia Tuhan Dalam Biji Pepaya

Suatu hari Guru Sufi sedang duduk santai di teras rumah, kemudian Beliau memanggil salah seorang murid untuk membersihkan sisa-sisa kulit dan biji papaya yang terletak di sudut ruangan. “Tolong dibuang sampah sisa pepaya yang dikupas tadi malam biar nanti ruangan ini tidak bersemut”, kata Guru Sufi.

“Baik Guru”, kata si murid.

Ketika si murid memungut sampah papaya, Guru nya berkata, “Coba kau ambil biji papaya, kau amat-amati dengan teliti”. Si murid kemudian mengambil biji papaya dan mengamatinya seperti yang diperintahkan Guru.

“Apakah ada buah di dalam?” Tanya Guru. Maksudnya Guru menanyakan apakah ada buah papaya di dalam biji papaya. Si murid diam tidak bisa menjawab, kemudian Gurunya berkata, “Ada, bakal buah namanya, bakal daun juga ada bahkan seluruh batang papaya ada di dalam biji yang kamu pegang itu”.

“Syaratnya biji itu kamu tanam, disiram, di pupuk dan di rawat sampai dia menjadi pohon papaya sehingga menghasilkan buah”. Kata Guru.

“Semua ada disana!” kata Guru.

Kemudian Guru melanjutkan, “Begitu juga dengan dzikir, rahasianya sudah ada disana, sudah ditanam sejak awal kau diterima menjadi murid. Ilmu ini adalah bermula dari akhir bukan bermula dari awal. Saat kau gabungkan rohani mu dengan Guru, itu lah akhir dari ilmu ini. Untuk bisa akal menerima apa yang kamu alami, itulah memerlukan waktu, memerlukan kesabaran, diperlukan mujahadah untuk melawan diri sendiri”

“Proses ini kemudian di uraikan menjadi 3 tahapan yaitu : Takhalli, Tahali, Tajaalli. Ingat tentang biji papaya, di tanam, di rawat akhirya akan terukir abadi nama-Nya dalam qalbu mu”. Kata Guru…

“Semua ada disana” yang di ucapkan Guru Sufi mempunyai makna yang mendalam. Kalau seluruh rahasia pepaya ada di dalam biji, “disana” seperti yang ditunjuk Guru, lalu di mana “semua ada disana”, letak rahasia Tuhan?. Sumber *

Minggu, 23 Juni 2013

Peta Terlihatnya Bulan Sabit Awal Sya’ban 1434 H

Bulan Sya’ban tahun 1434 Hijriyah akan segera mengunjungi kita. Seperti biasa, bulan dalam islam diawali dengan penampakan hilal atau terlihatnya bulan sabit. Bulan baru astronomis (ijtima‘) untuk Sya’ban 1434 H terjadi pada hari Sabtu, 8 juni 2013 jam 15:56 UT atau jam 22:56 WIB. Pada Sabtu petang, tidak akan ada yang bisa melihat bulan sabit baru ini di seluruh dunia.

Pada petang hari Ahad, 9 Juni 2013, wilayah Amerika Selatan dan Tengah serta sebagian Amerika akan bisa melihat bulan sabit Sya’ban ini dengan mudah. Untuk wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan bulan sabit hanya akan bisa dilihat jika cuaca amat cerah atau dengan bantuan alat optis (teropong atau teleskop).

Di Indonesia, ketinggian bulan sabit pada petang hari Ahad, 9 Juni 2013 sudah mencapai sekitar 8 derajat saat matahari terbenam. Meskipun sebagian perhitungan menyatakan sudah imkan ru’yat (bisa dilihat) namun peta di bawah ini menunjukkan kesulitan yang akan dihadapi para perukyat hilal di Indonesia. Kita tunggu laporannya.

Pada Senin petang keesokan harinya, barulah bulan sabit bisa dilihat dengan mudah di seluruh dunia.

Peta Kemungkinan Terlihatnya Hilal Sya’ban 1434 H


Crescent moon visibility map for Sha'ban 1434 H

Crescent moon (hilal) visibility map on the evening of Sunday, June 9, 2013. This crescent marks the beginning of the islamic month of Sha’ban the year 1434 Hijra. The crescent moon will be sightable easily from South and Central America. People in Africa and Asia will need optical aids to find the moon.
Awal Bulan Sya’ban 1434 H

Menurut perhitungan yang hasilnya tertuang dalam berbagai kalender hijriyah, awal bulan Sya’ban 1434 H adalah sebagai berikut:
  • Ummul Qura, Arab Saudi: 10 Juni 2013
  • Lajnah Falakiyah NU: 10 Juni 2013 (isti’mal, penggenapan 30 hari bulan Rajab)
  • PERSIS: 10 Juni 2013 (perhitungan imkanur ru’yat)
Sumber *

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...